Just as Roses come with thorns, so will every beautiful experience you seek come with it’s arsenal of troubles so be prepared to fight for what you want.
Apa yang lebih mengikat memori selain aroma yang mengelilinginya?
Bangkit dan puaskan rasa penasaranmu.
"Come see the cherry trees of a water constellation and the round key of the rapid universe, come touch the fire of instantaneous blue, come before its petals are consumed.” ― Pablo Neruda, 100 Love Sonnets.
Bang
Yongguk just released a song with the title of "Hikikomori", a song that strangely
represent loneliness or desperation. Hikikomori is by far, the most personal song i’ve ever
heard. A beautiful yet scary song about depression. The emotions just
overflowing through every single frame and hits me. Like, a lot.
Let's
take a look what's this song was about and see my perspective.
Tempo
hari, saya dikirimkan parfum terbaru dari @hmnsid (baca: humans). Saya yang
merupakan seorang oportunitis sekaligus penasaran tentu saja tidak melewatkan
kesempatan menarik tersebut. Siapa yang bisa menolak godaan akan aroma baru?
Benar saja, parfum yang merupakan rilisan pertama dari seri Gen XX ini ternyata
menyimpan beberapa kejutan untuk indera penghiduan saya.
Pernah terpikir mengapa kamu menyukai suatu tulisan—atau bahkan, mengapa kamu suka menulis?
Bagi saya, menulis adalah suatu cara untuk mengekspresikan
jiwa secara bebas. Sebagai insan manusia, tentu saya memiliki kebebasan
berpikir, namun alangkah sayangnya jika kebebasan tersebut hanya sekedar
menjadi isi kepala belaka—tanpa diabadikan.
Hari ini, saya seakan tersadar bahwa saya telah lama kehilangan salah satu jiwa saya.