Tuesday, November 19, 2019

Gen XX by HMNS, a well crafted local perfume


Tempo hari, saya dikirimkan parfum terbaru dari @hmnsid (baca: humans). Saya yang merupakan seorang oportunitis sekaligus penasaran tentu saja tidak melewatkan kesempatan menarik tersebut. Siapa yang bisa menolak godaan akan aroma baru? Benar saja, parfum yang merupakan rilisan pertama dari seri Gen XX ini ternyata menyimpan beberapa kejutan untuk indera penghiduan saya.


Sebelumnya, saya merasa harus mengatakan beberapa hal terlebih dahulu. Saya ini orang biasa, bukan public figure, bukan pula akun besar yang mana seringkali disebut "selebtwit" atau seleb-seleb sosial media lainnya. Saya hanyalah orang biasa yang tertarik dan mencintai dunia aroma.

Terimakasih untuk  @hmnsid  yang telah mengapresiasi saya dan mengijinkan saya mencoba Gen XX ini sebelum tanggal rilisnya.
Saya butuh waktu agak lama untuk menulis karena saya benar - benar ingin melihat bagaimana parfum terprojeksikan dengan diri saya. For me personally, it's all about discovering how a perfume develops on my skin, I dont really mind the longetivity though (anggap saja bonus) hehe.

Hal pertama yang terlintas di pikiran saat menghidu Gen XX... Ini aroma dewasa.
Bukan aroma yang barangkali akan membuatmu tertarik saat ABG, namun seiringnya berjalannya waktu, kamu akan mulai menemukan keindahan di aroma jenis ini. Saya langsung "ngeh" alasan pemilihan namanya. Iya, aroma yang ditawarkannya ini "matang sekali". Senada dengan namanya.

Dibuka dengan aroma rose yang cukup dominan, saya tidak merasakan adanya alkohol yang menusuk di awal seperti kebanyakan parfum drugstore. Aroma floral (rose, peony blush, sedikit sentuhan jasmine—melati), yang diwarnai oleh amber. Amber ini yang saya rasa memberi kesan dewasa. Sedari opening notes nya, woody nya sudah sangat terasa di indera penciuman saya.

Amber—admired for its charm and grace, it has been given various names on which one can write poetry and say words of praise.

Sebagai seseorang yang suka dengan hint woody, saya sih seneng banget karena di saya aroma amber nya tidak "malu-malu". Amber ini terkadang bisa terlalu intense, sometimes it combined with other softer notes, such as rose, that feminise the often intense aromas.

Yes, rose! Seperti salah satu notes yang tertera di parfum ini.
—makanya saya bisa bilang, paduan aromanya terlihat sudah dipikirkan secara seksama atas berbagai pertimbangan supaya tidak saling timpang satu sama lain.
Aroma amber memberikan kesan hangat. Lagi-lagi terkoneksi dengan nama parfum ini, wangi dewasa dengan kesan hangat.
Amber adds its sweet, woody notes to perfumes.
—dan dari hint amber ini lah yang saya rasakan seakan menjadi jembatan dari opening notes yang "sangat floral" kemudian pelan-pelan berubah menjadi manis.
Amber is often combined with vanilla to create a sweet, woody, earthy tone.
Manis?
Iya, manis!

Awal pertama @hmnsid mengontak saya dan menawarkan mengirimkan Gen XX, mereka sudah bilang kemungkinan besar parfum ini tidak masuk selera saya. Kenapa?
Pihak Hmns tahu bahwa saya cenderung tertarik ke aroma floral (terutama bunga horor seperti rose, tuberose, ylang-ylang) dan rasa segar dari notes mint. Saya sangat picky dan tidak terlalu suka aroma manis—terlebih manis yang kelewat "lucu banget". Bahkan, saya jarang jatuh hati pada aroma yang "kentara" banget vanila nya. Bukan karena tidak enak, aroma itu memang hanya masalah selera saja.

Dari wanti-wanti tersebut saya jadi berpikir, hah memangnya semanis apa sih perasaan notes bocoran yang ditulis dominan bunga??

—namun pertanyaan saya terjawab saat mencobanya.

Iya, dengan opening bernuansa floral woody dan dijembatani oleh amber, lama kelamaan aroma jadi manis. Terasa manis.
Sweet gourmand.
Bukan manis yang membuatmu pusing saking manis blengernya, ini sih tipe aroma manis yang seakan minta digigit???
Manis yang didapat bukan cuma dari vanila saja, melainkan paduan dari amber, vanila, dan tonka. Iya, tonka ini juga memberikan karakter sweet gourmand, sekaligus menambah kesan hangat, dan intoxicating.

Ujung-ujungnya... Malah masuk ke selera saya loh. Hahaha. Wanti-wanti bahwa kemungkinan besar parfum ini tidak masuk selera saya ternyata tidak berlaku. :)

Saya suka sejak awal opening notes hingga base notes nya. Woody-floral dominan mawar, ditutup dengan wangi sweet gourmand yang tidak lantas menghilangkan kesan dewasanya.
Di saya, parfum ini awet. Saya pakai dari siang lalu naik gojek kesana kemari, ternyata saya masih bisa menghidu aromanya di pergelangan tangan saya saat maghrib. Memang tidak "menguar" kemana-mana, it's not an offensive perfume. Awetnya di saya lebih menjadi ke skin-scent.
Ohya, dari 3 botol mini ukuran sampel yang saya dapatkan, salah satunya semrotannya susaaaaah sekali ditekan. Padahal sisa yang 2 itu alus banget semprotannya. Mungkin saya nya lagi sial aja dapet semprotan yang bermasalah, tapi saya jadi kepikiran satu hal.

Barangkali kedepannya bisa juga dibuat versi roll on untuk menghindari masalah jahanam seperti itu, sekaligus menambah pilihan untuk mahluk-mahluk boros parfum seperti saya, yang galau beli ukuran gede. Hahahhaa.
Catatan:
Fragrance itu kayak nyari jodoh. Enak di saya, belum tentu enak di kamu. Berlaku juga sebaliknya. Semua masalah selera dan body chemistry. Alias berulang kali saya nemu parfum yang kalau teman saya yang pakai mah enak, pas saya pakai kok jadi tidak enak. huhu. Begitu pula pada keawetan parfum.

Penghiduan orang itu juga berbeda-beda. Bisa jadi saya merasa aroma ini itu dominan, tapi kamu malah merasakan hint aroma tersebut lemah. Berlaku juga sebaliknya. Semuanya kembali lagi sebagai personal experience.
Sekian bacotan saya terkait rilisan terbaru  @HmnsId, the first gen XX perfume "Orgasm"!
Disclaimer:

postingan ini pernah saya tulis di twitter saya.

0 comments:

Post a Comment